Secara garis besar, ada dua kenikmatan dari aktivitas reuni : bernostalgia dengan banyak sahabat lama, serta menjadi saksi atas makin gendutnya mantan. Keduanya kian menyempurnakan makna hari kemenangan bagi banyak orang. Namun jangan coba-coba memboncengi momen reuni dengan prospekan MLM, kecuali kamu ingin berakhir sebagai bahan olok-olok sebagaimana mereka melabeli sebuah mekanik bernama Roll / Spin and Move.

Roll / Spin and Move

Kocok dadumu lalu maju. Monopoly (1933) lah stereotypenya. Image by time.com

Roll / Spin and Move 101

Jika Dice Rolling adalah mekanik paling tersohor, Roll / Spin and Move sebagai peranakannya bisa jadi merupakan mekanik yang paling approachable dalam sejarah Homo Sapiens. Kocok dadu, lalu gerakkan bidak mengikuti angka dadu yang keluar. Begitu membumi dan mudah, semudah menyebarkan berita hoax.

Watak mekanik Roll / Spin and Move yang begitu merakyat tidak lepas dari fakta bahwa Boardgame tertua yang pernah ditemukan, Senet (3500 SM) merupakan salah satu pengguna mekanik ini. Lemparan empat batang kayu bersisi gelapterang akan menentukan sejauh mana kamu boleh menggeser bidakmu dalam papan Senet. Lemparan dadu bersisi enam mulai digunakan 500 tahun kemudian oleh para gamers & nerd Persia untuk memainkan Backgammon (3000 SM).

Senet (3500 SM), boardgame tertua sekaligus pengguna Roll / Spin and Move. Image by playfordgames.com

Variasi Roll / Spin and Move

Roll / Spin and Move sering dicerca sebagai mekanik yang nggak banget karena faktor acaknya yang tinggi. Biangnya, tentu saja karena boardgame kocok-majuyang banyak dikenal adalah boardgame no-brainer semacam Monopoly (1933). Sejatinya maestro-maestro boardgame sudah membuktikan bahwa banyak cara yang bisa digunakan untuk memitigasi faktor hoki dalam mekanik ini.

Cara paling sederhana adalah dengan memberikan kemerdekaan pemain untuk memilih pion mana yang digerakkan. Wolfgang Kramer membuktikan bahwa ajian ini bisa membuat permainan Roll / Spin and Move menjadi begitu atraktif melalui Thats Life! (2005). Tambah sedikit bumbu muslihat dan tipu-tipu, maka daya tarik mekanik ini Ia buktikan dengan meraih penghargaan Spiel des Jahres 1986 melalui Heimlich & Co. (1984).

Roll / Spin and Move

Saling mengelabuhi dalam Heimlich & Co. (1984). Image by geekyhobbies.com

Roll / Spin and Move juga bisa diperkaya dengan memberikan alternatif rute dan jenis dadu, seperti yang tertanam dalam boardgame balapan Formula D (2008). Dalam Formula D, pemain bisa berganti-ganti perseneling yang berasosiasi dengan dadu bersisi empat hingga tiga puluh. Menyandingkan Roll / Spin and Move sederhana dengan elemen mekanik lain juga bisa menjadi senjata ampuh. Camel Up (2014) membuktikannya dengan meraih Spiel des Jahres 2014 melalui perpaduan kocokan dadu dan ngeri-ngeri sedapnya berspekulasi.

Roll / Spin and Move

Pemandangan Unta bertumpuk-tumpuk dalam Camel Up (2014). Image by pegasus.de

How It (not) Works

Minimnya kontrol pemain dan alur permainan yang repetitif menjadi vonis yang membuat Roll / Spin and Move kurang mendapat kasih sayang dari khalayak penikmat tabletop. Nature dari mekanik ini adalah sebagai sisipan elemen acak, sehingga untuk membuatnya menjadi strategis perlu pelintiran tertentu. Kabar baiknya, approachable nature dari mekanik ini membuatnya pas untuk ditanamkan dalam boardgame keluarga / anak-anak.

There is no such thing as bad mechanics. If its doesnt work, means you don’t explore enough.

*artikel ini pertamakali dimuat di portal boardgame.id tanggal26 Juni 2016

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest