Disadari atau tidak, kita pasti pernah mempunyai teman yang memiliki peruntungan menembus batas manusiawi. Ditandai dengan jatah kartu yang selalu bagus, tendangan asal yang menjadi gol, dan ragam mukjizat lainnya. Makhluk-makhluk seperti ini mungkin adalah entitas kedua yang paling sering menerima kutukan setelah godaan setan. Dalam dunia board game, para designer mengakali makhluk semacam ini dengan menanamkan mekanik yang meminimalkan faktor keberuntungan. Salah satunya adalah Card Drafting.

Salah satu drafting card game, Citadels (2000). Image by boardgamegeek.com

Card Drafting 101

Mekanik Card Drafting terimplementasi ketika pemain memiliki kesempatan untuk memilih kartu dari opsi yang terbatas, alih-alih mengambil secara acak (Random / Blind Draw). Salah satu dari permainan yang paling awal mengadopsi mekanik ini adalah Spite and Malice yang ditekuni mulai pertengahan abad ke-19. Permainan tradisional Eropa ini memberikan pilihan bagi pemain untuk memainkan kartu dari tangan, players pile, maupun reserve card.

Dalam perkembangannya, Card Drafting tidak melulu berkutat pada Card. Seasons (2012) misalnya, menggunakan dadu dan kartu sebagai obyek drafting. Bahkan banyak orang yang menilai mekanik Worker Placement adalah salah satu bentuk dari drafting. Karenanya, terminologi Card Drafting semakin kurang relevan dan lebih tepat disebut sebagai Drafting saja.

Obyek “card drafting” pada Seasons (2012) adalah kartu dan dadu. Image by meetup.com

Variasi Drafting

Mekanik Drafting dilakukan terhadap kumpulan obyek (kartu, dadu, dsb) yang disebut pool. Varian Drafting dimana semua pemain memilih kartu dari pool yang sama disebut Common Pool Drafting. Citadels (2000) mengimplementasikan Common Pool Drafting untuk membagikan kartu karakternya. Game lain seperti 7 Wonders (2010) mensyaratkan pemain untuk memilih kartu dari pool yang berbeda untuk setiap pemain. Ragam ini dikenal sebagai Private Pool Drafting.

Masing-masing pemain memiliki pool dalam 7 Wonders (2010). image by clevermovegames.com

Variasi Drafting juga dapat dilakukan terhadap kerahasiaan kartu yang diambil. Dalam Ticket to Ride (2004), pemain dapat melihat kartu yang diambil oleh pemain lain. Varian ini disebut Open Drafting. Sementara itu, Citadels (2000) mengimplementasikan Partly Closed Drafting yang memungkinkan pemain untuk menerka kartu yang diambil oleh pemain sebelumnya. Ragam lain dimana kartu yang diambil pemain lain sama sekali tidak diketahui disebut Fully Closed Drafting.

Varian Drafting lain diantaranya :

  • Clear Drafting jika resources yang tersedia dapat dilihat, Obscured Drafting jika tidak.
  • Complete Drafting jika resources pada pool di drafting seluruhnya oleh pemain, Incomplete Drafting jika hanya sebagian resources saja yang di drafting.
  • Unrestricted Drafting jika drafting pada pool dapat dilakukan kapan saja, Restricted Drafting jika membutuhkan syarat tertentu.

Implementasi Open Drafting pada Ticket to Ride (2004). Image by gamingwonton.com

How It Works

Implementasi Drafting bertujuan untuk membagikan sumber daya permainan secara adil dengan memberikan peluang yang sama (atau hampir sama) kepada seluruh pemain. Suntikan elemen drafting dapat membuat permainan lebih taktis ketimbang mengeksploitasi peruntungan dengan Blind Draw. Karenanya, game-game drafting bisa menjadi kartu truf untuk menghadapi temanmu yang cuma modal hoki.

Singkat kata, segeralah beli drafting game sebelum temanmu yang super hoki datang!

*artikel ini pertamakali dimuat di portal boardgame.id tanggal28 September 2015

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest