Aktivitas mengingat seringkali menjadi momok. Amat sulit mengumpulkan keteguhan hati untuk sekedar merapal rumus fisika, apalagi jika Induk semang sudah mengingatkan tunggakan uang kos. Tetapi, aktivitas mengingat yang menjengkelkan itu dapat diracik sedemikian rupa oleh koki-koki board game menjadi sebuah bumbu yang menambah citarasa permainan. Bumbu itu kini dikenal sebagai sebuah mekanik bernama Memory.

Salah satu game dengan Mekanik Memory, Alchemists(2014). Image by asaboardgamer.com

Memory 101

Jika sebuah permainan mensyaratkan kamu untuk mengingat kejadian atau informasi tertentu untuk memenangkan permainan, maka itulah implementasi dari Mekanik Memory. Permainan terjadul yang menggunakan mekanik ini dimainkan lebih dari 400 tahun yang lalu di Jepang dengan tajuk Uta-Karuta. Satu set Uta-Karuta berisikan 100 syair Jepang kuno (Hyakunin Isshu) yang masing-masing dibagi menjadi dua kartu : Yomifuda, yang berisikan bait awal sajak, dan Torifuda dengan bait penutupnya.

Untuk menjadi jagoan dalam Uta-Karuta, pemain mesti menghafal keseratus syair yang dikumpulkan oleh Fujiwara no Teika tadi dan menjadi yang lebih dulu menemukan bait penutup dari sajak yang dibacakan. Sederhana, dan (sepertinya) membosankan. Tapi ini fakta gilanya : Jepang memiliki Asosiasi Nasional Uta-Karuta yang menyelenggarakan hampir 50 turnamen resmi tiap tahunnya. Melalui turnamen-turnamen itu, kamu bisa meraih titel Dan-1, Dan-2, hingga gelar Meijin / Master jika memenangkan Turnamen Nasional yang diselenggarakan tiap Januari. Gila! Betengan kapan?

Versi karuta yang ramah bagi anak-anak. Image by youthinkyouknowsheffield.wordpress.com

Variasi Mekanik Memory

Cobalah menelusur variasi dari Mekanik Memory, niscaya tidak banyak hasil yang didapat. Variasi dalam implementasi Memory biasanya hanya terletak pada sisi permainan yang musti dihafal. Permainan deduksi seperti The Resistance : Avalon (2012) dan Alchemists (2014) mensyaratkan pemain untuk mengingat kembali hasil / kejadian di ronde-ronde sebelumnya untuk dapat melakukan deduksi yang tepat. Ragam seperti ini juga ditemukan di board game lokal legendaris, Punakawan, dimana pemain diminta mengingat letak karakter setiap rondenya.

Game yang menjadi urban legend, Punakawan. Image by punakawanjawa.wordpress.com

Terkadang sebuah permainan meminta kita untuk berkontemplasi dengan mengingat kembali aksi yang sudah kita lakukan sebelumnya. Ya. Kadang kita khilaf, bahkan atas aksi yang kita lakukan sendiri. Jawara Boardgame Challenge 2015, Waroong Wars (2015) mensyaratkan pemain untuk mengingat bahan-bahan yang telah di draftsebelumnya pada fase belanja. Sedangkan Colt Express (2014) meminta kita mengingat baik aksi sendiri maupun pemain lain untuk bisa merancang skenario permainan yang menguntungkan.

Waroong Wars dimainkan di BIAF 2015 Foto: Boardgame.ID

Jawara Boardgame Challenge 2015 yang juga mengimplementasikanmekanik Memory

How It Works

Bagaimanapun manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Sisi humanis inilah yang dieksploitasi dalam Mekanik Memory. Di sisi lain, kecakapan orang dalam mengingat sangat bervariasi dan membuat permainan dengan mekanik Memory bisa jadi menyenangkan, atau malah sangat menjengkelkan bagi sebagian orang.

Bagaimana dengan target playermu? Cocok nggak disuguhi mekanik Memory?

*artikel ini pertamakali dimuat di portal boardgame.id tanggal 29 Oktober2015

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest