Satu dari banyak momok bagi masyarakat urban adalah diet. Lihatlah betapa karyawan-karyawati di perkotaan bersedia melakukan apa saja (selain olahraga) untuk menurunkan berat badannya (tanpa olahraga). Satu dari banyak caranya adalah mengatur pola makan. Nggak menyenangkan, dan nggak nyambung sama sekali dengan mekanik boardgame, terkecuali kali ini kita akan membahas pola-pola yang lain dalam sebuah mekanik bernama Pattern Building.

Salah satu permainan pattern building populer, Takenoko (2011). Image by dadsgamingaddiction.com

Pattern Building101

Mekanik Pattern Building tertanam dalam sebuah boardgame ketika boardgame tersebut meminta pemain untuk menempatkan komponen permainannya dalam pola tertentu. Tentunya tidak sembarang pola, melainkan kreasi pola tersebut harus memberikan keuntungan bagi si pemain. Karenanya, meskipun Cacao (2015) memberikan imaji pola checkerboard yang cantik, namun permainan tersebut bukan merupakan permainan Pattern Building karena susunan pola tersebut tidak berarti apa-apa bagi pemain.

Sejarah Pattern Building membentang sejak peradaban Mesopotamia kuno, terbukti dengan ditemukannya sebuah permainan papan dalam penggalian makam Raja Reny-Seneb bertajuk Pah Tum (1800 SM). Pah Tum dimainkan oleh dua orang dengan papan berkotak 7×7 dan bidak hitam-putih. Pemain berusaha mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya dengan membuat deret bidak secara horizontal atau vertikal. Satu twist yang unik, sebelum permainan Pah Tum dimulai pemain menentukan secara acak titik black hole berjumlah ganjil, dimana titik-titik tersebut tidak boleh dipasangi bidak. Twist ini menjadikan papan Pah Tum berbeda-beda di tiap permainan.

Membuat deret bidak hitam-putih dalam Pah Tum (1800 SM). Image by spielmannshof-seitenroda.de

Variasi Pattern Building

Secara umum ada dua varian mekanik pattern building. Variasi pertama adalah ketika objektif polanya soliddidikte permainan. Contoh yang bagus dari variasi ini adalah boardgame unyu Takenoko (2011), dimana satu dari tiga macam kartu objektifnya adalah membuat pola dari kebun bambu heksagonal. Varian serupa juga bisa ditemukan dalam puzzle game Ubongo (2003). Dalam Ubongo, pemain berlomba untuk adu cepat menyusun keping-keping tetris menjadi pola yang diminta.

Menyusun potongan tetris dalam Ubongo (2003). Game ini seru! Image by amazon.com

Varian kedua adalah variasiPattern Building yang lebih evergreen : pemain berusaha mencari pola yang paling optimal. Castles of Mad King Ludwig (2014) menjadi salah satu yang menonjol dengan menerapkan varian tersebut untuk menggelorakan semangat tukang bangunan yang berlomba membangun kastil termegah bagi sang maharaja Ludwig. Aplikasi serupa bisa dinikmati dalam Mondo (2011) yang secara ciamik menuntut pemain berpikir keras menemukan kombinasi pola daratan dan lautan teroptimal yang menghasilkan sebanyak-banyaknya poin.

Ganteng-gantengan kastil dalam Castles of Mad King Ludwig (2014). Image by gamerchicken.com

How It Works

Secara umum, mekanik Pattern Building memberikan implikasi taktis dan opsi dalam membangun objektif permainan. Sifat Pattern Building yang lebih visual membuat tampilan permainan dengan mekanik ini biasanya lebih memikat mata. Berita bagusnya : belum banyak gebrakan berarti dalam aplikasi mekanik ini. Masih terbuka banyak peluang pembaruan yang menunggu dibangkitkan oleh desainer-desainer terpilih.

Tertarik untuk lebih mengeksplorasi Mekanik Pattern Building?

*artikel ini pertamakali dimuat di portal boardgame.id tanggal15 Januari 2016

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest