Tak ada asap kalau tidak ada api.

Berbicara masalah asap, asap merupakan suspensi partikel kecil di udara / aerosol yang berasal dari pembakaran tak sempurna dari suatu bahan bakar. Karena asap adalah produk pembakaran, sudah pasti prosesnya melibatkan api. Berdasarkan deskripsi tadi, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa tiga detikmu sudah terbuang untuk hal yang tidak ada hubungannya dengan isi artikel ini.

gambar ini juga nggak ada hubungannya sih. Image by huffingtonpost.com

Jadi begini,

Anggaplah sekarang kamu sudah paham apa itu Gamification. Kalau belum, baca yang ini dulu ya. Konsep gamification bukan mak bedunduk ada. Gamification hadir karena adanya kebutuhan akan teknik-teknik baru untuk menghadirkan motivasi, yang peluangnya ditangkap baik oleh para stakeholder industri game. Jadi gamifikasi ini adalah tools dalam disiplin motivasi. Sebelum benar-benar masuk ke pembicaraan praktis, ada baiknya kita pahami dulu konsep motivasi ini.

Dua Jenis Motivasi

Motivasi sering dijabarkan sebagai daya penggerak yang berada dalam diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan. Untuk membuat seseorang bertindak, kita harus memberi mereka alasan. Menariknya, alasan ini bisa datang darimana saja. Baik ketika kita bersemangat nonton Via Vallen di alun-alun, maupun ketika terpaksa berangkat ke kantor di hari sabtu, keduanya didorong sebuah motivasi. Namun sumber motivasinya bisa jadi berbeda. Para psikolog mengkategorikan sumber motivasi ini menjadi dua :

  • Motivasi Intrinsik

Sebuah aksi bisa dikatakan berawal dari motivasi intrinsik jika dorongan untuk melakukan aksi tersebut berasal dari kesenangan melakukan aksi itu sendiri. Kita bersemangat nonton Via Vallen karena memang ingin nonton Via Vallen, bukan yang lain. Motivasi Intrinsik konon dilabeli sebagai motivasi yang paling powerful untuk membentuk long-term habit. Tantangannya, tipe motivasi ini juga merupakan yang paling sulit dihadirkan. Bermain gimbot dan Bigo Live juga termasuk dalam kategori ini.

mau masukin gambar bigo tapi kurang senonoh. image by nyoozee.com

  • Motivasi Ekstrinsik

Berbeda dengan Motivasi Intrinsik, bersemangat dari Motivasi Ekstrinsik berarti kita melakukan sesuatu atas alasan di luar dari aktivitas itu sendiri. Kita bisa simplifikasi motivasi ini dalam bentuk reward atau punishment. Hakikat tombol suka di jejaring sosial adalah ungkapan apresiasi kita atas sebuah konten, tetapi ketika kita memijit suka karena teman kita meminta dukungan memenangkan lomba videonya, itulah saat dimana Motivasi Ekstrinsik bekerja.

like videoku plis. nggak usah ditonton nggak papa. Image by youtube.com

Sifat motivasi ekstrinsik sangat relatif dan cenderung short-term. Saat ini uang seratusribuan mungkin memotivasi kita untuk masuk di hari sabtu, namun lima tahun lagi bisa jadi berbeda. Seseorang akan termotivasi dengan alasan ekstrinsik hanya ketika alasan tersebut masih ada dan relevan. Selanjutnya, alasan intrinsiklah yang harus diada-adakan.

Tapi bukan berarti Motivasi Ekstrinsik ini jelek.

Motivasi Ekstrinsik diperlukan untuk mengenalkan seseorang pada aktivitas yang secara normal tidak ia minati. Contohnya, memberikan insentif hadiah pada sekian puluh pertama yang berhasil lulus mengerjakan e-learning. Teknik ini cukup efektif untuk memancing orang bertindak. Namun untuk memastikan efeknya bertahan lama, kita musti pastikan bahwa hidangan utamanya sudah cukup lezat untuk disantap.

Motivasi vs Reward?

Oh iya, jangan salah membedakan antara Motivasi Ekstrinsik-Intrinsik dengan Reward Ekstrinsik-Intrinsik ya, karena takdir mereka berbeda. Motivasi adalah alasan yang mendasari perbuatan, sementara reward adalah hadiah yang didapatkan dari perbuatan tersebut. Secara natural, baik reward Intrinsik maupun Ekstrinsik adalah bagian dari Motivasi Ekstrinsik karena asalnya dari luar aktivitas itu sendiri. Pijitan tombol suka untuk membantu teman kita tadi adalah contoh reward intrinsik, sementara uang lembur seratusribu adalah conton reward ekstrinsik. Perbedaannya ada pada asal reward tersebut.

Gamification adalah alat untuk merekayasa entitas-entitas tadi. Idealnya, untuk membangun kebiasaan jangka panjang sasaran kita adalah motivasi intrinsik. Namun merujuk pada kondisi dan dinamika masalah yang berbeda-beda, solusinya bisa jadi sangat variatif. Gamification bukanlah alat ajaib yang seketika menyulap makhluk klemar-klemer menjadi bersemangat. Perlu pemahaman konsep dan desain yang matang, hingga akhirnya benar-benar dapat terasa manfaatnya.

Artikel ini pertama kali dimuat di laman Indepth.id pada 9 Desember 2016

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest